Minggu, 02 Mei 2010

Orang Terpeka 2010

Kalau ada penghargaan Orang Terpeka 2010, pasti akan jatuh ke tangan gue.

"Hello, 2010 masih labil?"

Bokap gue selalu bilang, "Hari gini udah jarang Git ada orang yang peka. Baik peka terhadap sekitar, peka terhadap sesama, dll. Orang peka itu sebenernya bisa lebih bisa memahami keadaan sekitar, karena dikit-dikit pake perasaan. Papa walopun keliatannya cuek gini, sebenernya perasa lho Git!"

Yak. sepertinya gue mewarisi kromosom X sangat besar dari bokap gue dalam hal kepekaan.

Gue itu ibarat handphone slide ato clamshell. Ringkih. Dimacem-macemin sedikit rusak. Kalo slide-nya rusak ato flip-nya rusak, lama banget benernya.

Ditanya enak punya perasaan sensitif apa enggak ya .. dua-duanya sih. Enak karena mudah bagi gue untuk memahami perasaan orang lain dan kalo ada temen yang cerita, gue bisa langsung membayangkan posisi gue kalo jadi temen gue itu. Enggak enaknya, gue gampang banget kehilangan rasa percaya diri gue.

Sekarang gue lagi mengalami fase enggak enak itu. Walaupun bukan yang pertama kalinya gue merasa kempes kaya gini, tapi ya tetep aja rasanya sama enggak enaknya.

This world is crowded and full of billion kinds of people, and we're different one to another. Itu yang membuat gue selalu berusaha positive thinking dengan orang-orang yang kurang berkenan dengan gue. Ya walaupun agak terganggu, tetep aja mereka cuma manusia. Gue pun manusia dengan software dan manajemen perasaan yang ringkih dan rentan terhadap virus-virus stalker, backstabber, dan blabla sebagainya.


Dan kalo ada beneran tuh penghargaan Orang Terpeka 2010, dan kebetulan gue pemenangnya, it's my pleasure and I won't regret it.

0 comments: